Nicole Lucas

17 Mei 2019

Ketika saya memutuskan untuk datang ke Yogyakarta untuk pembelajaran 1 semester, pada awalnya saya ingin banyak terlibat dengan lembaga masyarakat non pemerintah yang fokus pada strategi pembangunan di perkotaan dan masyarakatnya. Saya tidak pernah berpikir mengenai pembangunan berkelanjutan atau tolok ukur apa yang digunakan untuk mengurangi emisi karbon. Setelah menulis essay tentang keberlanjutan di Yogyakarta sebagai salah satu penilaian, saya segera menyadari bahwa keberlanjutan adalah hal yang sangat menarik untuk dipelajari dengan kesempatan yang terbuka luas untuk melaksanakan beragam ide besar. Sebagai bagian dari program ACICIS, saya diwajibkan untuk memilih lembaga non pemerintah untuk magang, dan saat saya mengetahui adanya kesempatan untuk magang di Yayasan Rumah Energi dengan program Biogas Rumah (Biru), saya segera mengambil kesempatan untuk belajar mengenai apa makna keberlanjutan bagi penduduk negara yang indah ini. Saya sangat terkejut dibuatnya!

Program Biru memberi kesempatan kepada penduduk khususnya di wilayah pedesaan untuk memanfaatkan limbah di sekitarnya, baik berupa limbah kotoran sapi, ayam, puyuh, domba, manusia, hingga sisa makakan menjadi sumber energi terbarukan yaitu biogas. Hebatnya, menggunakan biogas sangat ramah lingkungan dan berkontribusi pada pengurangan emisi gas rumah kaca secara global. Bioslurry (ampas biogas) juga bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik dan pakan ternak sehingga dapat menambah penghasilan dengan memanfaatkan limbah.
Sebagai bagian dari program magang, saya berkunjung ke lokasi pembangunan sebuah digester biogas di desa Gilangharjo, di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Saya bertemu dengan Pak Suyono, mitra pembangun atau CPO Yayasan Rumah Energi dan Kepala Desa, Pak Susangka yang sangat bersemangat bekerjasama untuk membangun desa dengan konsep organic dan berkelanjutan.
Di lokasi, saya melihat outlet yang terbuka dan menyaksikan dengan jelas proses pembentukan biogas berlangsung dengan baik, yang terlihat dari gelembung-gelembung gas yang keluar dari slurry. Setelah dipastikan oleh tukang pembangun yang bekerja, maka lubang segera ditutup agar proses pembentukan gas lebih maksimal.

Potensi keberlanjutan bagi masyarakat desa di lokasi pembangunan digester biogas sangat menarik. Penduduk desa menyambut gembira kesempatan menjadi orang pertama yang menerapkan siklus organic yang berkelanjutan dalam keseharian mereka.

Proses produksi biogas dimulai ketika kotoran sapi dan puyuh dimasukkan ke dalam inlet. Gas yang dihasilkan digunakan untuk memasak dan lampu, sehingga mengurangi penggunaan kayu bakar dan biaya listrik. Proses ini mengurangi jumlah pohon yang harus ditebang untuk kayu bakar, mengurangi ketergantungan pada konsumsi bahan bakar fosil dan meningkatkan kesehatan masyarakat desa yang tidak lagi membakar kayu untuk memasak.

Proses lain yang melibatkan bioslurry adalah, ampas biogas yang dihasilkan merupakan pupuk organic terbaik yang mengurangi pertumbuhan gulma, nutrisi yang baik untuk kesuburan tanah, meningkatkan daya serap tanah terhadap air dan juga sebagai pestisida oragnik. Bioslurry sangat baik untuk pertumbuhan tanaman padi dan jamur. Bioslurry juga bisa dicampur sebagai pakan ikan. Hasil panen ikan kemudian dikonsumsi warga atau dijual di pasar. Bioslurry juga bisa dijual sebagai tambahan penghasilan.

Pada kunjungan saya, saya bertemu dengan orang-orang yang berkeinginan untuk membuat perubahan di kehidupan mereka melalui pemafaantan biogas untuk kehidupan yang berkelanjutan. Jika sikap tersebut terpelihara, maka masa depan biogas akan sangat cerah, termasuk masa depan Yayasan Rumah Energi dan Indonesia. Melalui program magang ACICIS, pelatihan, dan pengetahuan yang saya pelajari dari Yayasan Rumah Energi, saya berkeinginan untuk menyebarkan hasi kerja keras di bidang energy terbarukan dan berkelanjutan yang telah dilakukan di Yogyakarta, yaitu biogas kepada masyarakat di Melbourne. Saya ingin memulainya dengan pembuatan biogas digester di kota asal saya Korumburra.

Nicole Lucas
Murdoch University, Western Australia
ACICIS Internship Program