Supriadi

16 November 2017

Salam kenal! Nama saya Supriadi, mahasiswa Praktikum 2, Ilmu Kesejahteraan Sosial UI Angkatan 2014, saat ini tengah menempuh studi pada program sarjana Ilmu Kesejahteraan Sosial Universitas Indonesia. Selama empat bulan terakhir, terhitung dari 4 September 2017 sampai dengan 20 Desember 2017, saya melaksanakan praktikum 2 di Yayasan Rumah Energi (YRE). Ilmu dan pengalaman yang didapat selama menjalani praktikum 2 di YRE sebagai Environmental Non-profit Organization (ENPO) yang bergerak dalam sektor energi terbarukan ini, akan saya ceritakan melalui tulisan singkat berikut.

Karena praktikum 2 sangat berbeda dengan kegiatan magang pada umumnya, ada baiknya saya beberkan sedikit penjelasan mengenai hal ini terlebih dahulu. Praktikum 2 merupakan proses belajar yang harus dilakukan oleh mahasiswa program sarjana Ilmu Kesejahteraan Sosial UI guna menerapkan pengetahuan, nilai/etika, dan keterampilan metode intervensi sosial yang berorientasi pada perubahan berencana di dalam konteks kehidupan nyata sehingga dapat meningkatkan efektivitas program atau kinerja lembaga keseluruhan. Selama di YRE, saya harus mengenal lembaga secara keseluruhan (engagement phase) mulai dari profil lembaga, program-program lembaga, sampai hubungan YRE dengan pemerintah/mitranya.

Setelah “kenal dekat”, saya mulai mengulik lebih dalam bagian mana dari YRE yang dapat ditingkatkan kembali potensi dan efektivitas programnya. Ini jadi pengalaman yang sangat menarik karena saya bisa mempraktikan keterampilan wawancara mendalam dengan staf YRE—yang sangat ramah dan bersedia “diganggu” untuk saya tanya-tanya—dan penerima manfaat program Biogas Rumah (BIRU) di Kota Depok. Saya turun lapangan (wawancara dan observasi) selama beberapa hari untuk mengetahui pemanfaatan reaktor BIRU dan bioslurry (ampas biogas) di mata penerima manfaat BIRU di Kota Depok (assessment phase). Setelah melakukan asesmen, saya kemudian mengkaji temuan lapangan dengan panduan pelaksanaan program BIRU; setelah mendapat persetujuan dari pimpinan YRE (supervisor lembaga saya) akhirnya saya menyusun “Modul Materi dan Panduan Pelatihan Pemanfaatan Bioslurry bagi CPO” (planning and implementation phase).

Sangat bersyukur sekali karena ternyata apa yang saya susun tersebut diterima dengan baik oleh supervisor lembaga saya di YRE. Selain berkesempatan menerapkan keterampilan wawancara, observasi, asesmen, dan perencanaan program; empat bulan melaksanakan praktikum 2 di YRE membuat saya paham bagaimana isu lingkungan dan inovasi energi terbarukan berkontribusi bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. Bagian paling menarik lainnya yaitu pemanfaatan bioslurry yang memiliki beragam manfaat. Benar-benar “mengolah limbah jadi berkah.”. Jika ada diantara teman-teman yang tertarik untuk melaksanakan praktikum/magang dalam seting lingkungan dan energi terbarukan, YRE harus menjadi lembaga yang tidak boleh kalian lewatkan!

Terakhir, saya mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh staf YRE dan supervisor lembaga (Ibu Lina Meutia Moeis) atas segala dukungan moral, tenaga, dan waktu yang diberikan sehigga proses dan tujuan praktikum 2 ini bisa tercapai dengan baik. Berharap bahwa YRE bisa terus menyesuaikan diri dan berkembang serta mampu mengatasi tantangan-tantangan kedepannya. Sukses terus YRE!