Vanessa Damanik

11 November 2017

Saya mahasiswi dari Universitas Surya, jurusan Teknik Lingkungan. Saya magang di Yayasan Rumah Energi selama 2 bulan.

Awalnya saya memilih magang di Rumah Energi karena tertarik dengan Program Biogas Rumah (BIRU), kebetulan saya pernah belajar tentang biogas di bangku kuliah. Tetapi, setelah magang, saya baru tahu kalau bio-slurry (ampas biogas) dapat dijadikan pupuk, pestisida organik, media budidaya cacing dan lemna. Tentu saja ini merupakan pengetahuan baru bagi saya dan menambah semangat saya untuk belajar tentang biogas.

Selama magang, saya belajar tentang bagaimana membuat concept note dan logical framework untuk bisnis bio-slurry dibantu oleh Bu Lina. Saya juga belajar tentang bio-digester dan diberi kesempatan untuk ikut membuat modul biogas dan bio-slurry. Selain itu, saya juga ikut serta dalam beberapa rapat, seperti rapat dengan tim Rumah Energi, acara MOU antara Rumah Energi dengan Perum Jasa Tirta II dan Quality Inspector Meeting serta mengikuti training tentang media sosial yang diadakan oleh Hivos. Di minggu ke tujuh, saya berkesempatan mengunjungi Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikajang, Jawa Barat selama 2 hari untuk melihat reaktor biogas dan pemanfaatan bio-slurry di desa tersebut. Selama di sana saya berhasil mewawancarai beberapa pengguna biogas dan Manager Utama KPGS (Koperasi Peternak Garut Selatan). Saya dapat melihat langsung bagaimana warga di sana menggunakan reaktor biogas dan memanfaatkan bio-slurry untuk ternak cacing, lemna (duckweed) dan pupuk untuk tanaman serta mengetahui bagaimana peran KPGS dalam mendukung pengembangan reaktor biogas. Saya juga ikut membuat artikel untuk website dari hasil kunjungan saya ke Cikajang. Saya berharap semakin banyak peternak yang menggunakan biogas dan ikut merasakan manfaat dari bisnis bioslurry dan produk turunannya.

Terakhir, saya ingin berterimakasih kepada Rumah Energi dan semua staf yang telah mengizinkan dan membantu saya selama magang dan telah membagi ilmunya kepada saya.