Rumah Energi dan Microsoft Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Jaga Ketersediaan Air Bersih melalui Talkshow HIRUP

Cikarang, Jawa Barat, 28 Januari 2026 — Bagi warga Desa Wanakerta dan Desa Pasirranji, air bersih bukan lagi sekadar persoalan musiman, melainkan kebutuhan harian yang kini mulai terjawab. Melalui Instalasi Pemanenan Air Hujan (IPAH), masyarakat merasakan perubahan nyata. Dari yang sebelumnya kelebihan air saat musim hujan dan kekurangan saat kemarau, kini memiliki cadangan air yang lebih stabil dan aman untuk kebutuhan sehari-hari.

“Dulu saat kemarau kami harus beli air, biayanya cukup berat. Sekarang air hujan bisa ditampung dan dipakai, jadi lebih tenang,” ungkap Abah Asan, perwakilan masyarakat dalam Talkshow HIRUP (Hiji Inisiatif Ngajaga Ketersediaan Air Bersih) yang diselenggarakan Rumah Energi bersama Microsoft dan pemerintah daerah. Talkshow ini menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan langsung pengalaman, manfaat, sekaligus harapan atas keberlanjutan program.

Project Manager Water Conservation Rumah Energi, Luthfi Firmansyah, menyampaikan bahwa solusi ini lahir dari proses asesmen yang dilakukan sejak 2025 di empat desa. “Kami belajar bahwa konservasi air tidak bisa datang dari asumsi. Solusi harus berangkat dari kondisi nyata dan suara masyarakat,” ujarnya. Hasil asesmen tersebut menunjukkan bahwa Pemanenan Air Hujan merupakan solusi paling sesuai bagi Desa Wanakerta dan Pasirranji.

Dukungan sektor swasta disampaikan oleh Arina Dafir, Microsoft Community Affairs Manager for Southeast Asia, yang menekankan komitmen Microsoft dalam mendukung inisiatif kolaboratif guna menjaga keberlanjutan lingkungan, khususnya pemenuhan akses air bersih bagi masyarakat.

Sedangkan dari hasil diskusi, pemerintah daerah menegaskan bahwa manfaat yang dirasakan masyarakat perlu diperkuat dengan dukungan kebijakan dan pendampingan. Pemerintah Kabupaten Karawang menyampaikan komitmen penyediaan sumber air alternatif melalui pembangunan embung, edukasi penggunaan air layak konsumsi, serta penguatan Program Kampung Iklim (ProKlim) untuk memastikan perawatan fasilitas. Sementara itu, uji kelayakan air oleh Puskesmas menunjukkan hasil yang baik dan akan diikuti edukasi kesehatan secara berkelanjutan.

Menutup diskusi, pemerintah dan para narasumber sepakat bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci. “Arah kebijakan daerah sudah memberi ruang bagi kolaborasi seperti ini. Tantangannya sekarang adalah memperluas dampak agar lebih banyak warga merasakan manfaat,” ujar Evi Mutia Shofa dari Bappeda Kabupaten Bekasi.

Melalui pendekatan berbasis komunitas, Rumah Energi berharap akses air bersih tidak hanya berhenti di dua desa, tetapi dapat menjadi praktik baik yang direplikasi demi ketahanan air masyarakat di tengah krisis iklim.

Ditulis oleh: Fauzan Ramadhan

2 Februari 2026