Seorang Lelaki yang Kini Tidak Lagi Sekadar Bertahan

Kang Jae 1

Di usia 43 tahun, Kang Jae menjalani hidup dengan pekerjaan yang tidak menentu. Sebagai pekerja serabutan dengan latar belakang pendidikan terakhir SLTA, ia menyadari bahwa mencari pekerjaan di tengah kondisi saat ini bukan hal yang mudah. Kesempatan kerja semakin terbatas, sementara keterampilan yang dimilikinya sering kali tidak cukup untuk bersaing dengan tuntutan pekerjaan yang semakin tinggi.

Hari-harinya berjalan tanpa kepastian. Kadang ada pekerjaan, kadang tidak sama sekali. Kadang ada penghasilan untuk dibawa pulang, dan tidak jarang harus menunggu kesempatan berikutnya datang. Situasi seperti itu membuat hidup terasa berjalan tanpa arah yang jelas. Bagi Kang Jae, bukan hanya soal penghasilan yang menjadi persoalan, tetapi juga rasa bahwa dirinya perlahan kehilangan ruang untuk merasa berguna.

Perubahan mulai datang ketika program Water dari Yayasan Rumah Energi hadir di lingkungannya. Melalui program tersebut, Kang Jae diberi kesempatan untuk terlibat sebagai teknisi perawatan instalasi pengelolaan air hujan (IPAH). Kesempatan itu mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi dirinya, hal tersebut membawa arti yang jauh lebih besar.

“Saya jadi punya kegiatan dan pendapatan dan juga bisa bermanfaat bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.

Kalimat itu sederhana, tetapi menggambarkan perubahan besar yang ia rasakan dalam hidupnya.

Bagi Kang Jae, pekerjaan ini bukan hanya tentang tambahan pendapatan. Ada rasa dihargai karena kemampuan yang ia miliki ternyata masih dibutuhkan. Ada rasa bahwa dirinya masih bisa berkontribusi untuk orang lain dan lingkungan di sekitarnya.

Melalui keterlibatannya sebagai teknisi perawatan IPAH, Kang Jae juga mulai melihat bahwa pekerjaan yang berkaitan dengan lingkungan ternyata memiliki dampak yang nyata bagi masyarakat. Apa yang ia kerjakan membantu memastikan akses air tetap berjalan dengan baik bagi warga sekitar.

Dari sana, muncul rasa memiliki terhadap lingkungan tempat tinggalnya sendiri. Ia tidak lagi sekadar menjadi penonton dari perubahan yang terjadi di desa, tetapi menjadi bagian dari proses itu.

Perubahan yang dialami Kang Jae mungkin tidak langsung mengubah seluruh hidupnya secara drastis. Ia masih menjalani kehidupan sederhana seperti sebelumnya. Namun setidaknya, kini ia memiliki sesuatu yang selama ini sulit ia dapatkan, yakni kesempatan. Kesempatan untuk merasa dibutuhkan. Dan kesempatan untuk kembali percaya bahwa dirinya masih memiliki arti bagi lingkungan di sekitarnya.

24 Agustus 2026