“Biogas Rumah 15.000 Journey” Diramaikan Peternak di Pangalengan, Jawa Barat

19 Januari 2018

Bertempat di Terminal Bus Pangalengan, Jawa Barat, pada 20 Desember 2015 lalu sebuah acara bertajuk “Biogas Rumah 15.000 Journey” sukses diselenggarakan. Kegiatan yang dihadiri oleh ratusan petani dan peternak setempat ini, merupakan sebuah acara perayaan dari pencapaian Biogas Rumah (BIRU) yang telah mencapai 15.000 pengguna, sekaligus menjadi ajang perkenalan cara kerja dan pameran instalasi juga booth biogas.

“Pagi ini, kami mengadakan acara perayaan 15 ribu reaktor biogas dari program BIRU,” ujar bapak Robert de Groot, Koordinator/ Programme Development Manager Hivos Southeast Asia (20/11/2015).

Dalam sambutannya, Robert de Groot juga menegaskan bahwa daerah Jawa Barat merupakan salah satu daerah yang menjadi titik sasaran dari program BIRU untuk memanfaatkan kotoran hewan menjadi biogas. “Di sini (Jawa Barat) ada banyak peternak sapi perah, dan pemanfaatan bio-slurry ini akan memberikan banyak manfaat bagi peternak di sini.”

Di kegiatan ini, para peternak tampak sangat antusias ketika dijelaskan bagaimana cara kerja reaktor biogas. Simulasi ini juga dilengkapi dengan sebuah instalasi reaktor biogas dalam perbandingan 1:1. Artinya para peternak yang hadir, akan lebih mudah memahami cara kerja pemanfaatan bio-slurry secara nyata.

Kepala Desa Pangalengan Jawa Barat sangat menyambut baik kegiatan ini agar para peternak setempat bisa mendapatkan informasi yang bermanfaat dalam usahanya di masa yang akan datang. “Saya menghaturkan banyak terima kasih dari perwakilan Biogas Rumah, yang mana pada hari ini bisa memberikan simulasi kepada para peternak di sini, untuk bagaimana pemanfaatan kotoran sapi,” ujar Tati Yuliani.

Acara ini juga diramaikan dengan kegiatan seni daerah seperti pementasan alat musik khas Sunda dan penampilan seni bela diri, Pencak Silat dan ditutup dengan pembagian doorprize bagi para peserta yang beruntung.

Jaman BIRU Merupakan Jaman Baru

Perlu diketahui bahwa penggunaan sumber energi alternatif ini, artinya kita telah ikut membantu menjaga kelestarian lingkungan secara global dan membantu mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, yang menghasilkan emisi lebih tinggi.

Seperti apa yang dipaparkan oleh  ujar bapak Robert de Groot, Koordinator/ Programme Development Manager Hivos Southeast Asia. “Jaman BIRU merupakan jaman yang baru, ini merupakan inovasi yang sangat berarti bagi semua pengguna biogas. Biogas ikut mendukung program Pemerintah untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan emisi gas rumah kaca.”

Para peternak di sini, yang diharapkan bisa ikut bergabung dan berkomitmen menjadi pengguna BIRU juga akan mendapatkan banyak manfaat. Antara lain, layanan purna jual yang mudah, makanan siap konsumsi yang dimasak dengan menggunakan biogas terbukti lebih optimal dan pupuk yang dihasilkan sebagai ampas dari reaktor biogas juga dapat menghasilkan tanaman dengan kualitas yang lebih baik.

Direktur Bioenergi, Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ir. Tisnaldi mengatakan “Perlu diketahui bahwa pengolahan energi biasanya akan menghasilkan limbah, BIRU justru terbaik, kita justru menjadikan limbah sebagai energi.”

Ia memaparkan bahwa acara BIRU sangat penting untuk diadakan di sini, karena di Pangalengan, Jawa Barat ini merupakan salah satu daerah yang paling banyak memproduksi susu sapi perah. Tentunya, limbah sapi yang banyak terdapat di sini dapat dimanfaatkan dengan baik dengan penggunaan BIRU. “Potensinya sangat besar di Pangalengan, dan diharapkan juga dapat membantu kebutuhan energi di tempat energi BIRU ini dikembangkan.”

Acara ini juga sekaligus menjadi acara peluncuran buku bertajuk “Biogas: Mengolah Limbah Jadi Berkah”, juga sebagai acara pemberian penghargaan kepada para mitra BIRU di Indonesia yang memiliki prestasi gemilang. Antara lain untuk kategori, Mitra Pembangun Kualitas Terbaik (Tukang Terbaik) adalah I Made Sutisna, Mitra Pembangun dengan Produktivitas Terbaik, Wahyudi dan Mitra Pembangun dengan Standar Kualitas Terbaik Nadisme Lasykar Muhammad dari CV. Bina Mandiri Persada.

3.000 Orang Peternak Sapi di Pangalengan Mulai Melirik Biogas Rumah

Desa Pengalengan, Jawa Barat selama ini dikenal sebagai daerah pertanian, perkebunan dan peternakan. Lebih spesifik, daerah Pengalengan ini merupakan daerah yang terkenal sebagai penghasil susu sapi. Tak heran, sebuah acara syukuran dari program Biogas Rumah (BIRU) diadakan di  desa ini, mengingat potensi yang besar untuk menjadi daerah pengguna BIRU.

Para peternak di desa Pengalengan, menunjukan ketertarikannya yang tinggi pada sumber energi alternatif ini. Begitu juga disampaikan oleh Tati Yuliani, Kepala Desa Pengalengan Jawa Barat “Mereka sangat antusias untuk memiliki BIRU. Tadi sampai ada yang tanya ke saya bagaimana cara untuk bisa mulai menjadi pengguna BIRU.”

Tati Yuliani mengutarakan dukungan dan rasa terima kasihnya atas diadakannya acara ini. Selain itu, instalasi reaktor bio-slurry akan turut mendukung program Pemerintah untuk mengurangi penggunaan energi bahan bakar fosil dan mengurangi emisi gas rumah kaca.

“Saya senang sekali desa ini terpilih untuk sosialisasi BIRU, karena di desa ini terdapat 3.000 orang peternak sapi dan potensinya sangat besar untuk menjadi pengguna BIRU.”