Keripik Tortilla Shorgum milik Kelompok Usaha Cempaka Lombok, Mulai Menjalin Kolaborasi dengan Lemonilo

13 Maret 2020

Program Pro-Women yang diinisiasi oleh Rumah Energi bersama PLUS (Platform Usaha Sosial) telah menggandeng 50 pelaku usaha wanita asal Lombok, Nusa Tenggara Barat dengan memberikan bimbingan dan pelatihan agar mampu berkembang di tengah persaingan pasar yang semakin kuat. Orientasinya tak semata-mata hanya untuk menghasilkan profit saja, tapi juga membangun konsep green business yang dapat memberdayakan masyarakat sekitar, lingkungan, maupun sumber daya yang terdapat dalam bisnis itu sendiri. Dengan persyaratan yang cukup ketat, Ibu Maimunah– seorang penggagas kelompok usaha Cempaka yang memproduksi aneka olahan keripik tortilla dari jagung, singkong, talas dan sorgum– terpilih menjadi peserta program Pro-Women berkat kegigihannya dalam memanfaatkan bahan pangan lokal. Kini, kelompoknya telah beranggotakan 50 wanita dengan menerapkan mekanisme koperasi, dimana setiap anggotanya diwajibkan menyetor modal usaha sebesar 220 ribu Rupiah.

Bergerak bersama dari hasil modal yang dikumpulkan, kelompok Cempaka secara rutin memproduksi keripik tortilla untuk didistribusikan ke berbagai mitra. Mulanya, mereka hanya mendistribusikan ke beberapa mitra di kawasan Lombok Tengah, namun kini telah meluas hingga ke pusat kota Mataram dan Kalimantan. “Dulu sebelum saya menjual keripik tortilla, saya dan kelompok saya jualan kue basah. Tapi hanya berjalan satu tahun, karena produksinya dilakukan kalau ada orderan saja dan tidak bisa melibatkan banyak anggota. Nah, syukurnya di tahun 2014 saya mendapat pelatihan membuat keripik tortilla dan akhirnya memutuskan untuk fokus di usaha tortilla”, ungkap ibu Maimunah. “Kalau di bisnis tortilla, saya bisa lebih banyak melibatkan anggota sehingga perputaran modal usaha bisa menjadi lebih cepat. Makanya, kuantitas yang dikirimkan ke pengepul bisa meningkat”, jelasnya lagi.

Sebelum ibu Maimunah mendaftarkan diri sebagai peserta program Pro-Women, beliau memang sudah cukup rutin mengikuti berbagai pelatihan atau workshop yang memberikan banyak kesempatan berjejaring. “Berkat banyaknya mengikuti pelatihan, saya semakin mampu untuk menciptakan pasar sendiri dengan cara menjalin relasi. Dari situlah, pengiriman tortilla saya bisa menyebar di beberapa toko kota Mataram, bahkan ada juga yang di Kalimantan”, ujarnya. Selama masa program pendampingan intensif di Pro-Women, Ibu Maimunah merasa bahwa kemampuan berbisnisnya semakin terasah. Ia juga terpilih menjadi bagian dari duta Pro-Women untuk berangkat ke Jakarta mengikuti rangkaian pelatihan intensif bersama para pelaku usaha yang sudah mapan. “Saya senang sekali bisa terpilih menjadi peserta duta Pro-Women di Jejak Inspirasi. Di sana, saya benar-benar dilatih untuk berani menunjukkan diri dan membangun banyak jaringan”, katanya.

Melihat prospek bisnis yang sangat mumpuni, kelompok usaha Cempaka mendapatkan tawaran untuk berkolaborasi dengan Lemonilo seusai menghadiri kegiatan Jejak Inspirasi. “Berkat Pro-Women, saya dikenalkan dengan tim Lemonilo untuk melakukan inovasi. Dan mereka mengajak saya untuk bekerja sama memproduksi tortilla sorghum yang akan dijual khusus untuk Lemonilo,” ungkap ibu Maimunah. Pihak Lemonilo meminta kelompok usaha Cempaka untuk memproduksi minimum 4000 bungkus dalam setiap satu kali pengiriman. Namun, dikarenakan bahan sorghum di dusun Lentang Batah sangat terbatas, maka ibu Maimunah mengajukan perjanjian produksi di bulan Agustus 2020 hingga bahan sorghum bisa tercukupi. “Karena kebetulan bahan sorghum di dusun saya masih langka, makanya saya belum bisa memenuhi permintaan tim Lemonilo untuk mengirimkan tortilla di bulan Februari 2020. Rencananya, saya dan para petani lokal mau menanam di lahan seluas 3 hektar setelah musim hujan, lalu bila nanti sudah panen, baru saya akan mulai produksi tortilla sorghum”, ujarnya.

Ibu Maimunah mengaku jika usahanya bersama para anggota kelompok usaha Cempaka, telah memberikan banyak dampak positif kepada warga dusun Lentang Batah. Khususnya bagi para wanita yang sebelumnya tidak bekerja, kini merasa tercukupi berkat menjadi anggota kelompok usaha Cempaka. “Yang penting, saya ingin memberdayakan warga di dusun saya terlebih dahulu baik itu dari para petani dan wanita-wanita yang tidak memiliki pekerjaan. Bersyukur sekali mendengar mereka banyak yang mengakui jika keberadaan usaha dagang tortilla saya, strata kehidupan mereka jadi meningkat. Makanya, sekarang semakin banyak wanita-wanita yang ingin bergabung menjadi anggota kelompok usaha Cempaka”, ujarnya.