Sinergi Pemerintah dan Stakeholder Perkuat Produktivitas Susu Lokal melalui Program FRESH

Yogyakarta — Upaya memperkuat ketahanan peternak sapi perah rakyat dan meningkatkan produktivitas susu lokal terus diperkuat melalui kolaborasi multipihak. Bertempat di Auditorium Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada Rabu (13/5), Rumah Energi bersama PT Sarihusada Generasi Mahardhika (SGM) dan Danone Ecosystem menyelenggarakan Lokakarya “Sinergi Pemerintah dan Stakeholder dalam Mendukung Produktivitas Susu Lokal”.

Kegiatan ini menghadirkan berbagai unsur pemerintah, akademisi, koperasi, pelaku usaha, hingga peternak sapi perah rakyat dari Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Lokakarya menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat sinergi dalam mendukung peningkatan produktivitas susu lokal melalui program Farmer Resilience and Enhanced Sustainable Husbandry (FRESH) yang telah berjalan sejak 2023. Program FRESH berfokus pada peningkatan kapasitas peternak sapi perah rakyat dan koperasi susu segar melalui pendekatan menyeluruh, mulai dari pelatihan, pengembangan infrastruktur, inovasi pemeliharaan ternak, penguatan organisasi koperasi, hingga akses pembiayaan.

Pelaksana Harian (Plh.) Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Drh. Boethdy Angkasa, M.Si., mengapresiasi pendekatan komprehensif yang dilakukan melalui program FRESH.

“Program FRESH menghadirkan inovasi dari hulu hingga hilir dan dalam tiga tahun implementasinya telah membawa dampak signifikan, mulai dari peningkatan kapasitas peternak, dukungan infrastruktur, inovasi peternakan, mitigasi perubahan iklim, hingga penguatan hilirisasi produk koperasi,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa rendahnya konsumsi susu nasional merupakan tantangan bersama yang perlu dijawab melalui kolaborasi lintas sektor.

Berbagai inisiatif telah diimplementasikan dalam program FRESH, di antaranya vaksinasi dan pengobatan pasca wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), pelatihan Good Dairy Farming Practices (GDFP), pengembangan bisnis koperasi, skema kredit sapi perah, inovasi pakan, hingga penerapan sistem pencatatan digital untuk meningkatkan efisiensi peternakan. Selain itu, program ini juga mendorong praktik peternakan berkelanjutan melalui pembangunan biodigester, penyediaan akses air bersih, serta pengembangan fasilitas susu pasteurisasi yang mendukung program Makan Bergizi Gratis.

Senior Director Public Affairs & Sustainability Danone Indonesia, Karyanto Wibowo, menyampaikan bahwa lokakarya ini menjadi momentum penting untuk memperkuat aksi kolektif seluruh pemangku kepentingan.

“Kami percaya, dengan dukungan pemerintah dan seluruh stakeholder, inisiatif ini akan semakin berdampak bagi kemajuan peternakan sapi perah rakyat, khususnya di DIY dan Jawa Tengah,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sarihusada bersama Rumah Energi juga menyerahkan kajian bertajuk Ideal Business Size of Smallholder Farmers kepada Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Kajian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan berbasis data dan praktik lapangan.

Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Hewan UGM, Prof. Dr. Drh. Aris Haryanto, M.Si., menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung keberlanjutan industri susu nasional.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi momentum bersama untuk meningkatkan kualitas dan daya saing susu lokal sekaligus menumbuhkan kesejahteraan peternak sapi perah di Indonesia,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Prof. Epi Taufik dari Fakultas Peternakan IPB menyoroti pentingnya peran inovasi, penguatan koperasi, dan dukungan teknologi dalam memperkuat daya saing peternak rakyat.

Melalui semangat gotong royong dan aksi kolektif, Program FRESH diharapkan dapat terus memperkuat resiliensi peternak sapi perah rakyat, meningkatkan produksi susu lokal berkualitas, serta mendukung ketahanan pangan dan perbaikan gizi masyarakat Indonesia.

13 Mei 2026