Rumah Energi Perkuat Fasilitator Desa melalui Training of Trainers Konservasi Air Berbasis Masyarakat
Perubahan iklim dan krisis air menjadi tantangan yang semakin dirasakan masyarakat di tingkat lokal. Dampaknya tidak hanya memengaruhi lingkungan, tetapi juga kehidupan sehari-hari, mulai dari akses air bersih, kesehatan, hingga keberlanjutan penghidupan masyarakat. Karena itu, peningkatan kapasitas masyarakat menjadi salah satu langkah penting agar komunitas mampu memahami tantangan yang dihadapi sekaligus berperan aktif dalam membangun solusi.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Rumah Energi menyelenggarakan Training of Trainers (ToT) Modul Konservasi Air Berbasis Masyarakat pada 12–13 Mei 2026 di Aula Kantor Desa Wanakerta, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang dan Aula Kantor Desa Pasirranji, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi. Kegiatan ini melibatkan perwakilan kepala desa, kader desa, tim Rumah Energi, serta Microsoft sebagai mitra program.

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai perubahan iklim dan dampaknya sekaligus memperkuat keterampilan komunikasi serta fasilitasi agar mampu mengedukasi masyarakat secara efektif. Mengingat peran masyarakat sangat penting dalam menghadapi krisis iklim dan krisis air, peningkatan kapasitas ini diharapkan dapat melahirkan fasilitator dan agen perubahan yang mampu mendorong kesadaran, partisipasi, dan aksi nyata di tingkat komunitas.
Peserta dibagi ke dalam tiga kelompok dengan tema pembelajaran yang berbeda, yaitu:
- Kelompok 1: Siklus Air dan Perubahan Iklim
- Kelompok 2: Rantai Dampak Perubahan Iklim
- Kelompok 3: Perbandingan Kondisi Dulu dan Sekarang
Melalui simulasi tersebut, para peserta diberikan kesempatan untuk mempraktikkan keterampilan berbicara di depan umum, menyampaikan materi, serta mengelola diskusi bersama peserta lain. Selain memperkuat pemahaman materi, proses ini juga menjadi ruang untuk membangun rasa percaya diri para kader desa sebagai calon fasilitator.
Salah satu peserta, Ibu Nirah, menyampaikan bahwa pelatihan ini memberikan pengalaman baru baginya.

“Ini pengalaman pertama saya. Pelatihan ini sangat bermanfaat, kami tidak hanya mendengar, tetapi juga diajarkan bagaimana kami berkomunikasi atau berbicara di depan umum. Kami akan meningkatkan kemampuan agar lebih percaya diri lagi.”
Hal serupa juga disampaikan oleh Ibu Ika yang mengaku sempat merasa gugup saat praktik menyampaikan materi.
“Kami sangat gugup, ternyata susah berbicara di depan dan harus menyampaikan materi. Tapi kami tidak akan menyerah, bahkan kami akan lebih semangat lagi. Moal Kapok, Malah Gawok — tidak akan kapok, justru semakin semangat.”
Sementara itu, Ibu Kayati juga membagikan pengalamannya selama mengikuti simulasi.
“Saat di belakang sudah siap, tapi begitu tampil ke depan semuanya jadi hilang. Saya tidak berkecil hati, menyiapkan mental dan akan lebih semangat lagi ke depannya supaya saya lebih siap untuk tampil.”
Melalui pelatihan ini, telah teridentifikasi sejumlah champion dari perwakilan kader desa yang memiliki potensi untuk menjadi fasilitator Modul Konservasi Air Berbasis Masyarakat. Ke depan, para champion ini diharapkan dapat menjadi knowledge producer yang mampu menyebarluaskan pemahaman terkait krisis iklim dan pentingnya konservasi air kepada masyarakat di wilayahnya masing-masing.

Rumah Energi percaya bahwa membangun ketahanan masyarakat terhadap krisis iklim membutuhkan partisipasi aktif dari berbagai pihak. Ketika masyarakat bukan hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi aktor perubahan, maka langkah menuju Indonesia berdaya dapat diwujudkan bersama.
