AWS InCommunities Belajar Konservasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat Bersama Komunitas Bambu Kuning
Bekasi, 22 Mei 2026 – Sebanyak 15 peserta dari Amazon Web Services (AWS) melalui program AWS InCommunities mengunjungi Ekowisata Bambu Kuning di Desa Pasirsari, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pembelajaran bersama mengenai konservasi lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan ekonomi sirkular berbasis pemanfaatan limbah eceng gondok.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi AWS dan Rumah Energi melalui proyek An Eco-Woven Economic Empowerment, sebuah inisiatif yang mendukung pengembangan usaha komunitas berbasis kerajinan ramah lingkungan. Melalui program tersebut, Komunitas Bambu Kuning (KBK) berhasil mengembangkan produk kerajinan komersial dari eceng gondok, tanaman yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah dan penyebab gangguan pada perairan.
Selama kunjungan berlangsung, peserta AWS mendapatkan edukasi mengenai program konservasi air yang dijalankan komunitas serta berkesempatan mencoba secara langsung proses menganyam eceng gondok menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi. Aktivitas ini memberikan pengalaman nyata tentang bagaimana solusi lingkungan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Selain menjadi sarana pembelajaran bagi peserta AWS, kegiatan ini juga memberikan manfaat penting bagi anggota Komunitas Bambu Kuning. Mereka memperoleh pengalaman dalam mengelola kunjungan edukatif, menyampaikan materi kepada tamu, serta memperkenalkan praktik pengelolaan lingkungan yang telah mereka jalankan. Pengalaman tersebut menjadi modal berharga bagi komunitas untuk mengembangkan program kunjungan berbasis edukasi lingkungan sebagai peluang usaha baru di masa mendatang.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak hanya menghasilkan produk atau manfaat ekonomi, tetapi juga membangun kapasitas, kepercayaan diri, dan kemampuan komunitas untuk berinteraksi dengan berbagai pemangku kepentingan. Model kunjungan seperti ini diharapkan dapat direplikasi untuk perusahaan maupun institusi lain yang ingin belajar mengenai konservasi lingkungan dan pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai tambah.
Salah satu peserta AWS mengungkapkan kesannya setelah mengikuti sesi praktik menganyam, “Ternyata menganyam yang baik itu sangat sulit. Jadi pantas saja seharusnya nilai ekonomi kerajinan eceng gondok tinggi,” ujarnya.
Sementara itu, Sahid, perwakilan Komunitas Bambu Kuning, menyampaikan apresiasinya atas kunjungan tersebut. “Terima kasih banyak karena sudah berkunjung. Ini penting bagi kami karena dapat meningkatkan kepercayaan diri anggota,” katanya.
Melalui kegiatan ini, AWS InCommunities, Rumah Energi, dan Komunitas Bambu Kuning menunjukkan bahwa kolaborasi antara sektor swasta dan masyarakat dapat menciptakan dampak yang lebih luas. Tidak hanya mendukung pelestarian lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru dan memperkuat kapasitas komunitas untuk tumbuh secara mandiri dan berkelanjutan. Semangat ini sejalan dengan visi Indonesia Berdaya, di mana masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga subyek aktif yang mengelola pengetahuan, berbagi pengalaman, dan menginspirasi untuk menciptakan perubahan dari tingkat komunitas.
