Perkuat Sinergi untuk Produktivitas Susu Lokal, FRESH Dorong Kolaborasi dengan Pemerintah Daerah

Penguatan sektor peternakan sapi perah tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi peternak, mulai dari kualitas dan ketersediaan pakan, layanan kesehatan dan reproduksi ternak, hingga kebutuhan air pada musim kemarau yang diperparah fenomena elnino, kolaborasi antara pemerintah daerah, koperasi, peternak, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi semakin penting.

Melalui Program FRESH, Rumah Energi terus mendorong penguatan ekosistem peternakan sapi perah melalui pendekatan yang berorientasi pada peningkatan kapasitas peternak, penguatan layanan koperasi, serta sinergi dengan pemerintah daerah. Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui rangkaian audiensi dengan dinas yang membidangi peternakan di Kabupaten Klaten, Sleman, dan Boyolali pada Agustus 2026.

Audiensi ini menjadi ruang untuk menyampaikan perkembangan Program FRESH sekaligus mendiskusikan berbagai tantangan dan peluang pengembangan peternakan sapi perah di masing-masing wilayah. Pertemuan juga menjadi momentum untuk membangun komitmen bersama agar dukungan kepada peternak dapat dilakukan secara lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Mendorong pembinaan peternak yang lebih luas di Klaten

Audiensi pertama dilaksanakan pada 3 Agustus 2026 di Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Klaten. Tim FRESH yang diwakili Rumah Energi diterima oleh Plt. Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Ir. Agung Nugroho, S.Pt., M.M.

Manajer Proyek FRESH, Ruth Subodro, mengawali pertemuan dengan memaparkan hasil Workshop Sinergi Pemerintah dan Stakeholder dalam Mendukung Produktivitas Susu Lokal. Paparan kemudian dilanjutkan dengan perkembangan Program FRESH pada 2026, yang berfokus pada sejumlah inisiatif, antara lain Sinau Bareng Good Dairy Farming Practices (GDFP) melalui peternak champion, peningkatan layanan kesehatan hewan dan reproduksi oleh koperasi, Kompetisi Peternak Sapi Perah, serta pengembangan bisnis koperasi melalui layanan pakan.

Dalam pertemuan tersebut, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Klaten menyampaikan apresiasi terhadap upaya yang telah dilakukan melalui Program FRESH. Pemerintah daerah juga melihat pentingnya memperluas pembinaan kepada peternak sapi perah di wilayah Klaten agar manfaat penguatan kapasitas dan pendampingan dapat menjangkau lebih banyak peternak.

Salah satu bentuk dukungan yang menjadi perhatian adalah optimalisasi layanan kesehatan hewan melalui Puskeswan Karangnongko untuk mendukung peternak di wilayah Kemalang. Layanan kesehatan hewan menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga produktivitas ternak sekaligus mendukung kualitas susu yang dihasilkan.

Selain itu, Dinas juga membuka peluang pelibatan peternak di Kayumas, Jatinom, bersama dua kelompok peternak sapi perah di wilayah tersebut dalam Kompetisi Peternak Sapi Perah. Kompetisi ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang apresiasi, tetapi juga mendorong peternak untuk menerapkan praktik-praktik peternakan yang lebih baik dalam pengelolaan usaha mereka.

Memperkuat layanan kesehatan dan reproduksi ternak di Sleman

Sinergi serupa juga dibangun di Kabupaten Sleman. Pada 11 Agustus 2026, Tim Program FRESH melakukan audiensi dengan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman dan diterima oleh Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, drh. Suryawati Purwaningtyas, M.Si.

Dalam audiensi tersebut, Rumah Energi menyampaikan perkembangan Program FRESH sekaligus menyoroti tantangan dalam penyediaan layanan kesehatan hewan dan reproduksi bagi peternak yang dilakukan oleh koperasi, khususnya Koperasi SAMESTA dan UPP Kaliurang.

Layanan kesehatan dan reproduksi memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan usaha peternakan sapi perah. Kesehatan ternak yang terjaga dan manajemen reproduksi yang baik akan berpengaruh terhadap produktivitas serta keberlanjutan populasi ternak yang dimiliki peternak.

Menanggapi hal tersebut, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman menyampaikan komitmen untuk mengoptimalkan layanan Puskeswan di wilayah Cangkringan, Pakem, dan Turi. Salah satu pendekatan yang telah dilakukan adalah layanan Posyandu Hewan atau Yanduan, yaitu pelayanan yang dilakukan oleh Puskeswan secara langsung ke kelompok-kelompok ternak.

Namun, perluasan layanan tersebut masih menghadapi tantangan keterbatasan jumlah petugas. Kondisi ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan koperasi agar kebutuhan layanan kesehatan dan reproduksi peternak dapat dijangkau secara lebih efektif.

Dinas juga menyampaikan bahwa saat ini terdapat pengajuan dukungan sarana dan prasarana untuk meningkatkan pengembangan usaha susu lokal bagi koperasi sapi perah di wilayah Sleman. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas koperasi sebagai salah satu aktor penting dalam memberikan layanan kepada peternak.

Menjawab tantangan pakan dan air di Boyolali

Kabupaten Boyolali menjadi wilayah ketiga dalam rangkaian audiensi Program FRESH. Pertemuan yang berlangsung pada 21 Agustus 2026 di Kantor Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Boyolali tersebut dihadiri oleh Sekretaris Dinas, Agus Pramudi Raharjo, S.P., M.M., serta Kepala Bidang Produksi Ternak, drh. Hendro Kurnianto.

Selain menyampaikan hasil workshop mengenai sinergi pemerintah dan pemangku kepentingan, Rumah Energi memaparkan berbagai perkembangan Program FRESH pada 2026. Salah satu fokus pembahasan adalah penguatan praktik Good Dairy Farming Practices, peningkatan layanan kesehatan dan reproduksi melalui koperasi, Kompetisi Peternak Sapi Perah, serta pengembangan layanan pakan sebagai bagian dari penguatan bisnis koperasi.

Dalam diskusi, salah satu tantangan yang disoroti adalah kualitas pakan ternak. Ketersediaan pakan yang berkualitas memiliki kaitan erat dengan produktivitas dan kualitas susu yang dihasilkan. Tantangan lainnya adalah pemenuhan kebutuhan air, terutama ketika memasuki musim kemarau. Kebutuhan air tidak hanya berkaitan dengan aktivitas peternakan, tetapi juga kebutuhan rumah tangga keluarga peternak.

Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Boyolali menyambut positif perkembangan Program FRESH dan pendekatan yang selama ini dilakukan. Salah satu pembelajaran penting adalah bagaimana penguatan kapasitas peternak melalui akses pembiayaan ternak yang terjangkau dan pelatihan pengelolaan keuangan dapat membantu peternak kecil membangun kembali usaha mereka setelah menghadapi dampak wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Praktik pengelolaan limbah ternak melalui instalasi biogas juga dinilai memberikan manfaat langsung bagi keluarga peternak. Selain membantu mengurangi kebutuhan pembelian bahan bakar untuk memasak, pengelolaan kotoran ternak dapat membantu menjaga kebersihan kandang dan mendukung praktik higiene dalam produksi susu.

Melihat berbagai manfaat tersebut, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Boyolali menyatakan komitmen untuk memperkuat sinergi dalam pengembangan peternak sapi perah lokal melalui pendekatan yang dikembangkan Program FRESH. Kolaborasi ke depan mencakup penguatan sumber daya, optimalisasi layanan vaksinasi rutin, serta dukungan terhadap pelaksanaan Sinau Bareng GDFP dan Kompetisi Peternak Sapi Perah.

Dari audiensi menuju kolaborasi yang berkelanjutan

Rangkaian audiensi di Klaten, Sleman, dan Boyolali menunjukkan bahwa setiap daerah memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda dalam mengembangkan sektor peternakan sapi perah.

Koperasi memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara peternak dan berbagai layanan yang dibutuhkan. Penguatan koperasi melalui layanan kesehatan hewan dan reproduksi, penyediaan pakan, peningkatan kapasitas peternak, hingga pengembangan praktik peternakan yang baik dapat menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem susu lokal yang lebih tangguh.

Sementara itu, pemerintah daerah memiliki peran penting dalam memastikan layanan publik, sumber daya, kebijakan, serta dukungan teknis dapat menjangkau peternak. Kolaborasi dengan pemerintah juga memungkinkan berbagai inisiatif yang telah dikembangkan melalui Program FRESH untuk dapat terintegrasi dengan sistem dan layanan yang sudah tersedia di daerah.

Ditulis oleh: Tim FRESH
Disunting oleh: Fauzan Ramadhan

9 September 2026