Dari Koperasi ke Peternak : Program FRESH 2026 Menyemai Kemandirian Susu Nasional

Upaya membangun Indonesia yang berdaya tidak selalu dimulai dari kebijakan besar di pusat. Terkadang, ia tumbuh dari ruang-ruang pertemuan koperasi—tempat para pengurus dan pengelola berkumpul, menyusun strategi, dan menentukan masa depan ribuan peternak kecil. Inilah yang tercermin dalam rangkaian kegiatan Sosialisasi Program FRESH 2026 yang dilaksanakan Rumah Energi bersama mitra koperasi di awal tahun ini.

Sepanjang 28 Januari hingga 3 Februari 2026, kegiatan sosialisasi Program FRESH 2026 digelar di beberapa koperasi. Kegiatan luring dilaksanakan di Koperasi SAMESTA dan Koperasi UPP Kaliurang pada tanggal 28 Januari, dilanjutkan di Koperasi Puspetasari pada tanggal 30 Januari. Sementara itu, sosialisasi daring dilakukan bersama Koperasi Setia Kawan Pasuruan pada 2 Februari dan Koperasi Rukun Santoso Blitar pada 3 Februari. Seluruh kegiatan diikuti oleh pengurus dan pengelola koperasi sebagai aktor kunci penggerak perubahan di tingkat tapak.

Kegiatan sosialisasi diawali dengan pemaparan Program FRESH 2026 oleh Project Manager. Tahun 2026 menjadi fase penting karena program difokuskan pada empat strategi utama yang saling terhubung:

  1. Penguatan Farmers Champion sebagai agen perubahan di tingkat peternak
  2. Tindak lanjut praktik Good Dairy Farming Practices (GDFP) agar tidak berhenti di pelatihan semata
  3. Pemeriksaan kualitas susu secara reguler, khususnya untuk menjaga dan meningkatkan mutu
  4. Penguatan layanan bisnis koperasi, agar koperasi semakin relevan dan berdaya saing

Pendekatan ini menegaskan bahwa peningkatan sektor susu tidak bisa hanya bertumpu pada produksi, tetapi harus menyentuh aspek kapasitas manusia, kualitas, dan kelembagaan secara bersamaan. Respons koperasi terhadap Program FRESH 2026 pun menunjukkan keselarasan yang kuat dengan arah pengembangan koperasi masing-masing. Sejumlah inisiatif menarik muncul dari diskusi selama sosialisasi.

Koperasi SAMESTA, misalnya, menargetkan penurunan angka kuman hingga di bawah 1 juta—sebuah langkah penting untuk meningkatkan kualitas susu. Lebih dari itu, koperasi ini juga berencana memfungsikan farmers champion sebagai kader koperasi. Sementara itu, Koperasi UPP Kaliurang menginisiasi pengembangan layanan kesehatan hewan berbasis koperasi, menjawab kebutuhan peternak akan akses layanan yang lebih dekat, terjangkau, dan berkelanjutan.

Di Koperasi Puspetasari, fokus diarahkan pada uji coba pakan konsentrat. Koperasi ini telah memiliki produk konsentrat sapi perah sendiri dan didukung oleh staf lapangan yang aktif dalam pemberdayaan peternak yang menjadi modal penting untuk meningkatkan efisiensi usaha ternak anggota. Adapun koperasi-koperasi di Jawa Timur menaruh perhatian pada peningkatan penjualan silase bagi anggota serta membuka ruang pembelajaran inovasi kandang closed house, sebagai upaya adaptasi terhadap tantangan iklim dan efisiensi produksi.

Rangkaian sosialisasi Program FRESH 2026 ini menegaskan bahwa visi Indonesia Berdaya bukan sekadar slogan. Ia diwujudkan melalui penguatan koperasi, peningkatan kapasitas peternak, dan kolaborasi yang setara antara program dan komunitas. Dengan menjadikan koperasi sebagai simpul perubahan, Program FRESH 2026 mendorong kemandirian peternak, peningkatan kualitas produk lokal, serta ketahanan ekonomi di tingkat desa. Di sinilah Indonesia Berdaya menemukan maknanya: ketika peternak memiliki pengetahuan, koperasi memiliki sistem yang kuat, dan komunitas mampu menentukan masa depannya sendiri.

Ditulis oleh: Tim FRESH

Disunting oleh: Fauzan Ramadhan

11 Februari 2026