Masyarakat Desa Perkuat Ketahanan Menghadapi Perubahan Iklim
Perubahan iklim dan krisis air semakin dirasakan oleh masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi tantangan tersebut, Rumah Energi bersama Microsoft menyelenggarakan Training Modul Konservasi Air Berbasis Masyarakat di Desa Cicau, Kabupaten Bekasi, dan Desa Wanajaya, Kabupaten Karawang. Kegiatan ini melibatkan perwakilan pemerintah desa, kader masyarakat, serta warga desa untuk memahami lebih dalam hubungan antara perubahan iklim, siklus hidrologi, dan krisis air yang terjadi di lingkungan mereka.
Melalui pelatihan yang berlangsung secara partisipatif, peserta diajak mengenali proses siklus air mulai dari penguapan, pembentukan awan, hujan, aliran permukaan, hingga resapan air tanah. Kader dari Desa Wanakerta dan Desa Pasirranji yang sebelumnya mengikuti Training of Trainers (ToT) turut memfasilitasi diskusi dan berbagi pengalaman. Peserta juga mampu mengaitkan materi yang dipelajari dengan kondisi nyata yang mereka alami, seperti perubahan pola musim, suhu udara yang semakin panas, hingga berkurangnya ketersediaan air saat musim kemarau.

Dalam diskusi kelompok, peserta mengidentifikasi berbagai dampak krisis air terhadap kehidupan sehari-hari, mulai dari meningkatnya biaya untuk memperoleh air bersih hingga kualitas air yang menurun saat musim hujan. Kesadaran bahwa air merupakan sumber daya yang semakin rentan dan perlu dijaga bersama menjadi salah satu hasil penting dari pelatihan ini.
“Saya sangat berterima kasih kepada Rumah Energi. Dari kegiatan ini saya lebih tahu lagi tentang permasalahan dan kondisi di lingkungan kami, khususnya terkait air. Pelatihan ini sangat bermanfaat, dan saya berharap program ke depannya bisa berjalan dengan baik,” ujar Bapak Karta, perwakilan warga.
Pelatihan ini juga memperkuat peran kader sebagai agen edukasi di tingkat masyarakat. Ibu Itoh M, perwakilan kader posyandu, menyampaikan bahwa materi yang diberikan mudah dipahami dan relevan dengan kebutuhan warga.
“Kegiatan seperti ini harus terus dilakukan agar semakin banyak warga yang mengerti, dan kami sebagai kader memiliki pengetahuan untuk menyampaikan kembali informasi tersebut kepada masyarakat,” tuturnya.
Dukungan serupa datang dari pemerintah desa. Sekretaris Desa, Bapak Hendar, menyatakan komitmen pemerintah desa untuk mendukung pelaksanaan program yang bermanfaat bagi warga. “Kami menyambut baik kegiatan pelatihan ini dan program yang akan dilaksanakan Rumah Energi. Jika ada kendala di lapangan, pemerintah desa siap membantu menyelesaikannya,” katanya.
Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk membangun masyarakat yang lebih tangguh dalam menghadapi perubahan iklim dan krisis air. Sejalan dengan semangat Indonesia Berdaya yang diusung Rumah Energi, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga subjek utama yang berperan aktif dalam menciptakan solusi. Melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kolaborasi antara warga, kader, pemerintah desa, serta berbagai pihak, upaya konservasi air dapat tumbuh menjadi gerakan bersama yang memperkuat ketahanan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Ditulis oleh: Luthfi Firmansyah
Disunting oleh: Fauzan Ramadhan
